Gubernur Khofifah Kuatkan Warga Terdampak Gempa Bumi NTT di Pengungsian Benteng Jawa, Lamba Leda, Manggarai Timur
- Rusli Djunaidi
- 24 Aug, 2026
MANGGARAI TIMUR I MaduraNetwork.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak sekadar datang membawa bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di lokasi pengungsian Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur , Senin (24/8). Gubernur Khofifah duduk bersama anak-anak ikut bermain ular tangga, berbincang dengan para ibu hingga terharu mendengar kisah warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kehadiran Gubernur Khofifah di tengah warga berlangsung dalam suasana hangat. Setibanya di lokasi pengungsian, ia menyapa warga dan melihat kondisi tempat mereka tinggal sementara. Saat melihat sejumlah anak sedang bermain, Khofifah spontan mendekat dan mengajak mereka bermain bersama. "Ayo siapa yang bisa bermain ular tangga? Ke sini kita bermain bersama," ajak Khofifah.
Anak-anak pun langsung menyambut ajakan tersebut. Suasana pengungsian yang sebelumnya berlangsung tenang berubah menjadi lebih ceria. Khofifah ikut bermain sambil sesekali berbincang dengan anak-anak dan menanyakan aktivitas mereka selama berada di pengungsian.
Di sela permainan, Khofifah juga menanyakan kebutuhan anak-anak, termasuk perlengkapan sekolah yang nantinya diperlukan ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.
Ia meminta kebutuhan tersebut disampaikan kepada Pemprov Jatim agar dapat dibantu. Khofifah secara khusus menyebut tas dan sepatu sekolah sebagai perlengkapan yang perlu disiapkan bagi anak-anak terdampak gempa.
"Kalau sudah waktunya masuk sekolah, anak-anak mungkin butuh tas dan sepatu. Tolong dikabarkan kepada saya. Nanti kita kirim tas dan sepatu untuk anak-anak sekolah di sini," katanya.
Bagi Khofifah, anak-anak harus tetap memiliki ruang untuk bermain, belajar, dan bermimpi meski untuk sementara harus tinggal di pengungsian. Oleh karena itu, dukungan terhadap mereka tidak hanya berupa kebutuhan dasar, tetapi juga upaya mengingat rutinitas dan semangat agar mereka dapat kembali hadir ketika situasi telah memungkinkan.
Usai bermain bersama anak-anak, Khofifah kemudian bergerak menuju tenda yang ditempati para lansia dan ibu-ibu. Ia berbincang dengan warga untuk mendengarkan secara langsung kondisi serta kebutuhan mereka selama di pengungsian.
Dalam perbincangan tersebut, seorang warga menceritakan kondisi rumahnya yang rusak akibat gempa. Kini tidak lagi memiliki tempat tinggal yang layak.
Mendengar cerita itu, Khofifah tampak terharu. Air matanya bahkan terlihat menetes ketika mendengarkan kisah warga tersebut. Ia kemudian memberikan penangkapan dan meminta warga tetap tabah menghadapi situasi yang tidak mudah.
Khofifah menyampaikan bahwa pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana akan terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepada para ibu, ia juga berpesan agar tetap kuat mendampingi anak-anak dan menjaga semangat keluarga. Menurutnya, kekuatan seorang ibu sangat berarti dalam membantu keluarga melewati masa-masa sulit setelah bencana. “Ibu-ibu harus kuat, semangat anak-anaknya,” kata Khofifah.
Ia juga mendoakan warga yang sedang sakit agar segera mendapatkan kesembuhan sehingga dapat kembali menjalani aktivitas bersama keluarga dan masyarakat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Khofifah untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Setelah mendapat informasi dari pemerintah setempat mengenai kebutuhan tambahan beras, Pemprov Jatim menyiapkan tambahan 5 ton beras untuk masyarakat terdampak di wilayah tersebut.
Pak Camat tadi menyampaikan ada kebutuhan tambahan beras kapal.Tanggal 26 nanti ada ke sini, jadi tambah Jatim Insya Allah akan beras lima ton lagi, katanya.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan dukungan CSR untuk masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur sebanyak 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700.
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pangan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor.
Pemprov Jatim sebelumnya telah mengirimkan tujuh dokter dari RSUD Dr. Soetomo untuk bergabung dalam pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026. Dukungan tersebut kemudian diperkuat dengan tenaga dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo pada 22 Agustus 2026.
Selain medis, Pemprov Jatim juga menyiapkan empat tenaga untuk memberikan layanan dukungan psikososial (LDP), khususnya bagi pelayanan anak-anak. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.
Khofifah menilai, pemulihan warga membutuhkan waktu. Oleh karena itu, bantuan pangan, pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, dukungan pendidikan, hingga penguatan ekonomi keluarga perlu berjalan beriringan agar masyarakat dapat perlahan kembali menjalani kehidupan secara normal.
"Pokoknya tetap sehat, kuat dan tetap semangat. Mudah-mudahan cepat bangkit semuanya. Ingatlah bahwa kita semua bersaudara, kalian tidak sendiri," katanya.
Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Khofifah dan Pemprov Jatim kepada masyarakat yang terdampak gempa, khususnya warga di Benteng Jawa.
Menurut Agas, kehadiran langsung Khofifah di tengah warga memiliki arti tersendiri. Bukan hanya bantuan yang dibawa, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung dan mendapatkan penguatan di tengah situasi sulit.
“Terima kasih kepada Ibu g ubernur, perhatian yang Ibu berikan ini sangat berarti bagi kami, khususnya masyarakat Benteng Jawa yang sedang mendengarkan musikbah. Kedatangan Ibu, melihat langsung kondisi warga, berbicara dengan mereka, tentu menjadi kekuatan dan semangat bagi masyarakat kami,” katanya.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

